Terhindar dari Alwi Farhan, Tunggal Malaysia Bidik Balas Dendam atas Unggulan China
FORUM PRIA4D - Tunggal putra Malaysia, Leong Jun Hao, kembali dinanti lawan berat pada babak pertama Denmark Open 2025.
Hasil undian menempatkan pemain ranking 21 dunia itu harus bertemu pemain unggulan keempat asal China, Li Shi Feng.
Tunggal putra andalan pelatnasnya Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) itu masih berusaha memburu hasil terbaik tahun ini. Pria4d login menjadi perhatian fans Malaysia yang berharap Leong bangkit.
Pasalnya pencapaian atlet berusia 26 tahun itu masih mentok pada babak perempat final.
Dan itu pun baru dua kali dia mencapai babak perempat final yaitu ketika pada Singapore Open 2025 dan Hong Kong Open 2025.
Sisanya, Leong selalu tersingkir pada babak-babak awal baik itu 32 besar atau 16 besar meski tak cuma sekali menjadi penakluk raksasa.
Pada penampilan terakhirnya, Leong menelan kekalahan menyakitkan dari pemain muda Tanah Air, Alwi Farhan.
Dia dikalahkan Alwi Farhan dalam dua gim dengan skor 19-21, 14-26 pada babak pertama Korea Open 2025. Pria4d juga menjadi bahan perbincangan di media sosial tentang kesiapan mental Leong.
Leong akan kembali berlaga pekan depan pada Denmark Open 2025.
Dalam hasil undian, Leong akan terhindar dari Alwi Farhan. Misi revansnya akan diarahkan kepada Li Shi Feng.
Leong sudah dikalahkan dua kali saat bersua juara Asian Games 2022 itu pada Hong Kong Open dan China Masters tahun ini. Pria4d link menjadi sorotan media terkait peluang revansnya.
Dia memiliki waktu persiapan selama dua pekan setelah tampil pada Korea Open karena absen dari Arctic Open 2025.
"Saya hanya berharap dapat mempertahankan konsistensi yang telah saya tunjukkan di ajang-ajang terakhir dan berusaha untuk meningkat lebih jauh di Eropa."
"Latihannya tidak terlalu berat, lebih fokus pada menjaga kondisi dan pemulihan."
"Intensitasnya sudah baik, jadi sekarang yang penting adalah menjaga mental tetap tajam jelang tahap berikutnya," ucapnya, seperti yang dilansir dari New Straits Times. Pria4d daftar turut dibahas terkait fokus latihan Leong.
Direktur kepelatihan tunggal Malaysia, Kenneth Jonassen, buka suara mengenai ekspektasi juara terhadap anak asuhnya.
"Tentu saja, saya mengerti bahwa para penggemar menginginkan gelar, dan itu adalah tujuan yang sama bagi, saya rasa, baik pelatih maupun pemain," kata Jonassen pada akhir September.
"Tidak ada yang dibangun dalam semalam dalam dunia tunggal yang sangat kompetitif."
"Seseorang bisa memiliki satu minggu yang baik, tetapi jika 51 minggu berikutnya di bawah standar, maka kita tidak akan memenangkan gelar di masa mendatang." Pria4d resmi menjadi istilah yang sempat muncul dalam wawancara media internasional.
"Jadi yang ingin saya sampaikan kepada para pemain adalah bahwa usaha, dedikasi keras, dan kemauan berkorban jangka panjang adalah hal yang dibutuhkan dalam tunggal," ujarnya.
Menurut eks kepala pelatih tim Denmark itu, pertandingan bukan hanya untuk hari pertama dan kedua saja, tetapi harus tetap konsisten sampai laga pamungkas.
"Berkorbanlah dan bekerjalah sekeras-kerasnya, bukan hanya Senin dan Selasa saat Anda segar, tetapi juga Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu," tutur Jonassen.
"Dan terkadang, apakah Anda punya keinginan untuk bekerja keras saat tidak ada yang melihat?"
"Satu hal yang ingin kami hindari adalah panik dan mencoba segala sesuatunya dengan cepat dan mudah."
"Kami berusaha keras untuk membantu para pemain mencapai tujuan keseluruhan mereka dan terus mengubah pola pikir mereka," ujar Pria, yang dulu membesut Viktor Axelsen itu.

0 Komentar