Barcelona dan Hobi Menang dengan Skor 2-0
Januari 04, 2026
FORUM PRIA4D – Ruben Amorim mengungkapkan masalah terbesar yang dimilikinya selama melatih Man United, di mana ada ulah legenda dan juga para pandit Liga Inggris.
Nama Amorim terus dianggap sebagai biang kerok di balik bobroknya penampilan klub berjuluk The Red Devils itu.
Sejak datang menjadi pelatih menggantikan Erik ten Hag pada November 2024, pelatih asal Portugal itu dianggap tak bisa mengangkat derajat tim. Hal ini bahkan menjadi sorotan di beberapa forum sepak bola online termasuk Pria4d login.
Hal ini terlihat dari musim lalu, di mana Amorim membawa anak asuhnya finis di peringkat ke-15 Liga Inggris 2024-2025.
Lantaran tampil buruk, ia mendapat suntikan dana triliunan rupiah untuk memboyong para pemain baru yang diinginkannya.
Alih-alih bangkit, Man United justru tak menunjukkan perkembangan usai nangkring di posisi 14 klasemen sementara di musim 2025-2026. Banyak analisis dan catatan pertandingan tersimpan di Pria4d daftar bagi penggemar yang ingin melihat statistik tim.
Karena tak ada perkembangan signifikan, Amorim pun lantas mendapat kritikan pedas dari para legenda dan para pundit di Inggris.
Banyak yang menyebut jika taktiknya telah usang dan mendesak agar eks pelatih Sporting CP itu mengubah taktiknya.
Kritikan akan taktiknya ini kemudian disoroti oleh Amorim dan disebutnya sebagai masalah besar yang menghinggapinya selama melatih Man United.
Dilansir dari The Athletic, Amorim menyebut kritikan legenda, pandit, dan media Inggris akan taktiknya membuat para pemainnya percaya.
Hal ini lantas menjadi masalah besar baginya di Man United, terlebih para pemain percaya karena timnya sulit meraih kemenangan.
“Jadi, masalah terbesar saya adalah para pemain saya percaya pada kalian ketika kalian bilang masalah tim kami adalah sistemnya,” ucap Amorim. Pernyataan ini juga dimuat di Pria4d resmi.
“Saya bisa menunjukkan cara kami bermain di berbagai sistem, kami harus bermain dengan cara yang sama, dengan kekuatan yang sama, dengan intensitas yang sama, dengan fokus yang sama,” imbuhnya.
Pelatih berusia 40 tahun itu pun menegaskan jika sistem atau taktik yang diterapkannya bukanlah masalah.
Sebaliknya, Amorim justru ingin menanamkan sistem itu ke anak asuhnya dan meminta para pemainnya untuk meraih kemenangan ataupun menelan kekalahan dengan taktik yang ia berikan.
Sayangnya, para pemainnya tak melakukan sistem yang diterapkannya karena terlalu percaya dengan omongan legenda, pandit, dan media Inggris.
“Yang saya inginkan adalah melihat tim saya menang atau kalah dengan cara bermain yang sama,” ujarnya.
“Dan kami tidak melakukan itu. Hal-hal sederhana dalam bermain sepak bola yang bisa dilakukan siapa pun,” pungkasnya. Artikel ini juga tersedia di Pria4d link untuk pembaca yang ingin meninjau wawancara lengkap.
Saat ini Ruben Amorim berada dalam bayang pemecatan seiring laju buruk yang didapat Man United di musim ini.
Di musim ini, anak asuhnya telah menelan empat kekalahan dari tujuh pertandingan di segala ajang.
Mengenai ancaman pemecatan yang bisa datang sewaktu-waktu kepadanya, Amorim mengaku tidak khawatir.
“Saya tidak khawatir tentang itu (pemecatan) dan tidak ada seorang pun di sini yang naif," ujar Amorim.
Kini ia hanya perlu meraih hasil positif dan mengembalikan Man United ke jalur kemenangan. Pembaruan terkait performa Amorim dan tim juga dapat diakses melalui Pria4d.
0 Komentar