Target Indonesia Meleset di Kejuaraan Dunia 2025, Eng Hian Soroti Skor Pedih Leo/Bagas
FORUM PRIA4D - Indonesia gagal membawa pulang satu gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia 2025 yang semula menjadi target utama PBSI.
Sejumlah pemain senior disorot setelah kompetisi yang bergulir pada 25-31 Agustus 2025 ini digelar di Adidas Arena, Paris, Prancis.
Ada beberapa poin yang masuk dalam pembahasan evaluasi PBSI dari hasil yang didapat di Kejuaraan Dunia 2025, melalui hal-hal yang disanpaikan Eng Hian selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.
Salah satu yang terpenting adalah tentang penampilan sejumlah pemain senior yang masih belum maksimal.
Sorotan Eng Hian tertuju pada nama-nama besar seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Eng Hian mihat bahwa mereka masih belum menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Meski sejumlah pemain seperti Anthony dan Gregoria sempat didera masalah cedera dan sakit, mantan pemain ganda putra peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu menyebut bahwa kedua pemain sudah cukup bugar. “Ginting dan Grego sejauh ini sudah aman dari cedera dan penyakitnya," tutur Eng Hian dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI. "Saya berharap mereka bisa segera comeback dengan kualitas performa mereka (selama ini)." Ginting harus rela tersingkir setelah tumbang di babak 64 besar alias langsung kalah di babak pertama.
Dia kalah menyedakkan ketika menghadapi wakil tuan rumah, Toma Junior Popov. Berbalut adu setting skor sengit, Ginting kalah dengan angka 18-21, 21-19, 23-25. Sedangkan Gregoria, tunggal putri unggulan tujuh ini kandas di babak 16 besar setelah takluk dari Sim Yu-jin asal Korea Selatan dengan skor 15-21, 18-21.
Perhatian besar diarahkan Eng Hian diarahkan pada Leo/Bagas lebih serius. Pasalnya, mereka menderita kekalahan yang menyakitkan ketika menghadapi Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) yang akhirnya jadi juara dunia. Sempat menggertak dengan memenangi gim pertama lebih dulu, Leo/Bagas tumbang dengan antiklimaks, 21-17, 9-21, 4-21. Di gim ketiga, bahkan mereka sempat tertinggal 2-11 dan bermain bak pemain linglung. Soal kekalahan ini, Eng Hian berniat akan mendiskusikan lagi dengan Kepala Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho yang mendampingi mereka di lapangan. "Untuk Leo/Bagas, saya akan mengadakan evaluasi dengan pelatihnya karena performa mereka di Kejuaraan Dunia ini tidak sesuai dengan harapan kami,” kata Eng Hian tegas. Selain Leo/Bagas, amunisi ganda putra yang juga tampil meleset dari prediksi adalah kekalahan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan ganda independen Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Sabar/Reza kalah menyesakkan adu setting lawan Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard dari Denmark dengan skor 18-21, 21-18, 24-26. Sedangkan Fajar/Rian, tumbang dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang meski sempat unggul di pengujung gim ketiga. Mereka kalah dengan skor 21-13, 11-21, 17-21. Seluruh pemain Indonesia akan kembali ke Jakarta dan tetap berlatih rutin untuk mempersiapkan diri kembali ke kesibukan menjalani BWF World Tour. Bulan September ini akan ada jadwal padat menanti yang dimulai pekan depan, di antaranya Hong Kong Open (9-14 September), China Masters (16-21September) dan Korea Open (23-28 September).
Pencarian Terkait :
Sorotan Eng Hian tertuju pada nama-nama besar seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Eng Hian mihat bahwa mereka masih belum menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Meski sejumlah pemain seperti Anthony dan Gregoria sempat didera masalah cedera dan sakit, mantan pemain ganda putra peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu menyebut bahwa kedua pemain sudah cukup bugar. “Ginting dan Grego sejauh ini sudah aman dari cedera dan penyakitnya," tutur Eng Hian dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI. "Saya berharap mereka bisa segera comeback dengan kualitas performa mereka (selama ini)." Ginting harus rela tersingkir setelah tumbang di babak 64 besar alias langsung kalah di babak pertama.
Dia kalah menyedakkan ketika menghadapi wakil tuan rumah, Toma Junior Popov. Berbalut adu setting skor sengit, Ginting kalah dengan angka 18-21, 21-19, 23-25. Sedangkan Gregoria, tunggal putri unggulan tujuh ini kandas di babak 16 besar setelah takluk dari Sim Yu-jin asal Korea Selatan dengan skor 15-21, 18-21.
Perhatian besar diarahkan Eng Hian diarahkan pada Leo/Bagas lebih serius. Pasalnya, mereka menderita kekalahan yang menyakitkan ketika menghadapi Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) yang akhirnya jadi juara dunia. Sempat menggertak dengan memenangi gim pertama lebih dulu, Leo/Bagas tumbang dengan antiklimaks, 21-17, 9-21, 4-21. Di gim ketiga, bahkan mereka sempat tertinggal 2-11 dan bermain bak pemain linglung. Soal kekalahan ini, Eng Hian berniat akan mendiskusikan lagi dengan Kepala Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho yang mendampingi mereka di lapangan. "Untuk Leo/Bagas, saya akan mengadakan evaluasi dengan pelatihnya karena performa mereka di Kejuaraan Dunia ini tidak sesuai dengan harapan kami,” kata Eng Hian tegas. Selain Leo/Bagas, amunisi ganda putra yang juga tampil meleset dari prediksi adalah kekalahan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan ganda independen Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Sabar/Reza kalah menyesakkan adu setting lawan Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard dari Denmark dengan skor 18-21, 21-18, 24-26. Sedangkan Fajar/Rian, tumbang dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang meski sempat unggul di pengujung gim ketiga. Mereka kalah dengan skor 21-13, 11-21, 17-21. Seluruh pemain Indonesia akan kembali ke Jakarta dan tetap berlatih rutin untuk mempersiapkan diri kembali ke kesibukan menjalani BWF World Tour. Bulan September ini akan ada jadwal padat menanti yang dimulai pekan depan, di antaranya Hong Kong Open (9-14 September), China Masters (16-21September) dan Korea Open (23-28 September).
Pencarian Terkait :


0 Komentar