Modal Tangguh Tak Cukup, Donnarumma Wajib Penuhi Kriteria Kiper ala Guardiola di Man City
FORUM PRIA4D - Gianluigi Donnarumma wajib memenuhi kriteria kiper ala Pep Guardiola sebab modal tangguh saja tidak cukup untuk bermain di Man City.
Karier Gianluigi Donnarumma di Paris Saint-Germain telah dipastikan tamat.
Berawal dari pencoretan namanya untuk skuda di Piala Super Eropa dan perekrutan Lucas Chevalier, Donnarumma diyakini bakal segera meninggalkan PSG.
Luis Enrique juga telah terang-terangan mengatakan secara gamblang bahwa dirinya membutuhkan figur berbeda di bawah mistar gawang PSG.
Alhasil Donnarumma terdepak dari posisi penjaga gawang nomor satu dan masuklah Chevalier. Kendati demikian, beberapa laporan menyebutkan bahwa Donnarumma tidak akan kesulitan mencari klub baru. Pasalnya, ia disebut-sebut akan segera bermain di Liga Inggris guna memperkuat Man City. Bahkan pembahasan antara pihak Les Parisiens dan Man City telah berjalan intens perihal kepindahan Gianluigi Donnarumma pada musim panas tahun ini.
Biaya transfer untuk memboyong eks kiper binaan AC Milan itu diyakini akan menyentuh 50 juta euro. Di satu sisi, The Citizens juga tengah mengebut negosiasi dengan Galatasaray utamanya soal penjualan Ederson. Tak ayal jika Donnarumma berpeluang menjadi kiper nomor satu di Etihad Stadium pada musim panas tahun ini. Memiliki kiper sekaliber Donnarumma di dalam tim tentunya bakal membuat Man City kuat dan kokoh terutama dari sisi defensif.
Apalagi Donnarumma tercatat memiliki clean sheets sebanyak 56 kali bersama PSG dalam 161 pertandingannya. Catatannya musim lalu juga memperkuat kiper berusia 26 tahun tersebut sebagai kiper kelas dunia karena hanya kebobolan 43 kali dari 47 pertandingan. Hanya saja menjadi kiper utama di dalam skuad utama Man City bukanlah perkara mudah bagi Gigio meskipun tangguh. Pasalnya, Pep Guardiola memmbeberkan kriteria dan harapan soal kiper yang bermain untuk timnya.
Syarat untuk menjadi penjaga gawang nomor satu di skuad racikan Guardiola bisa menjadi peringatan bagi Donnarumma. Guardiola memperingatkan bahwa kiper harus bisa membuat penyelamatan dan membantu permainan untuk timnya. "Saya pikir yang paling berkembang dalam sepak bola sejak saya menjadi pemain adalah posisi kiper," ucap Guardiola, dikutip BolaSport.com dari Manchester Evening News.
"Latihan, pelatih, metodologi; cara mereka melatih kiper sungguh luar biasa," "Dulu kiper hanya bertugas menahan bola, sekarang mereka harus menahan bola dan juga bermain." "Kita bermain dengan 11 pemain. Ada tim yang lebih sering menggunakannya, tapi itu bagian dari permainan." "Sangat sulit bagi saya untuk menemukan kiper yang tidak berani menggunakan kaki mereka. Sangat sulit untuk menemukannya." "Sekarang saya tidak mengatakan harus seperti Ederson dan memiliki kemampuan untuk menendang bola 60 yard ke gawang."
"Dia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukannya, dan Stefan Ortega juga memiliki kemampuan itu." "Akan tetapi, semua kiper harus memiliki kemampuan minimal untuk bermain," tutur eks pelatih Barcelona tersebut menambahkan. Pernyataan dari Pep Guardiola tersebut tentunya bakal membuat Gianluigi Donnarumma bekerja keras andaikata jadi berlabuh ke Man City. Pasalnya, Guardiola dan Enrique juga memiliki karakteristik strategi yang mirip-mirip dalam build-up permainan timnya. Keduanya merupakan pelatih yang senang membangun serangan dari belakang lewat operan-operan pendek dan panjang terlebih dengan keterlibatan kiper di dalamnya. Tak ayal jika Donnarumma tidak hanya sekadar hebat dalam menjaga sarangnya, juga dituntut untuk bisa menjadi sweeper dan pengumpan. Jika dibandingkan dengan Ederson dalam hal akurasi umpan panjang, Gianluigi Donnarumma masih tertinggal jauh. Akurasi umpan jauh Donnarumma dalam pertandingan Liga Prancis musim 2024-2025 adalah 44,6 persen, sementara Ederson menyentuh 57,9 persen di Liga Inggris. Kiper Brasil itu juga mencatatkan empat asis dan menciptakan empat peluang emas untuk kompetisi elite Inggris tersebut. Pencarian Terkait :
Alhasil Donnarumma terdepak dari posisi penjaga gawang nomor satu dan masuklah Chevalier. Kendati demikian, beberapa laporan menyebutkan bahwa Donnarumma tidak akan kesulitan mencari klub baru. Pasalnya, ia disebut-sebut akan segera bermain di Liga Inggris guna memperkuat Man City. Bahkan pembahasan antara pihak Les Parisiens dan Man City telah berjalan intens perihal kepindahan Gianluigi Donnarumma pada musim panas tahun ini.
Biaya transfer untuk memboyong eks kiper binaan AC Milan itu diyakini akan menyentuh 50 juta euro. Di satu sisi, The Citizens juga tengah mengebut negosiasi dengan Galatasaray utamanya soal penjualan Ederson. Tak ayal jika Donnarumma berpeluang menjadi kiper nomor satu di Etihad Stadium pada musim panas tahun ini. Memiliki kiper sekaliber Donnarumma di dalam tim tentunya bakal membuat Man City kuat dan kokoh terutama dari sisi defensif.
Apalagi Donnarumma tercatat memiliki clean sheets sebanyak 56 kali bersama PSG dalam 161 pertandingannya. Catatannya musim lalu juga memperkuat kiper berusia 26 tahun tersebut sebagai kiper kelas dunia karena hanya kebobolan 43 kali dari 47 pertandingan. Hanya saja menjadi kiper utama di dalam skuad utama Man City bukanlah perkara mudah bagi Gigio meskipun tangguh. Pasalnya, Pep Guardiola memmbeberkan kriteria dan harapan soal kiper yang bermain untuk timnya.
Syarat untuk menjadi penjaga gawang nomor satu di skuad racikan Guardiola bisa menjadi peringatan bagi Donnarumma. Guardiola memperingatkan bahwa kiper harus bisa membuat penyelamatan dan membantu permainan untuk timnya. "Saya pikir yang paling berkembang dalam sepak bola sejak saya menjadi pemain adalah posisi kiper," ucap Guardiola, dikutip BolaSport.com dari Manchester Evening News.
"Latihan, pelatih, metodologi; cara mereka melatih kiper sungguh luar biasa," "Dulu kiper hanya bertugas menahan bola, sekarang mereka harus menahan bola dan juga bermain." "Kita bermain dengan 11 pemain. Ada tim yang lebih sering menggunakannya, tapi itu bagian dari permainan." "Sangat sulit bagi saya untuk menemukan kiper yang tidak berani menggunakan kaki mereka. Sangat sulit untuk menemukannya." "Sekarang saya tidak mengatakan harus seperti Ederson dan memiliki kemampuan untuk menendang bola 60 yard ke gawang."
"Dia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukannya, dan Stefan Ortega juga memiliki kemampuan itu." "Akan tetapi, semua kiper harus memiliki kemampuan minimal untuk bermain," tutur eks pelatih Barcelona tersebut menambahkan. Pernyataan dari Pep Guardiola tersebut tentunya bakal membuat Gianluigi Donnarumma bekerja keras andaikata jadi berlabuh ke Man City. Pasalnya, Guardiola dan Enrique juga memiliki karakteristik strategi yang mirip-mirip dalam build-up permainan timnya. Keduanya merupakan pelatih yang senang membangun serangan dari belakang lewat operan-operan pendek dan panjang terlebih dengan keterlibatan kiper di dalamnya. Tak ayal jika Donnarumma tidak hanya sekadar hebat dalam menjaga sarangnya, juga dituntut untuk bisa menjadi sweeper dan pengumpan. Jika dibandingkan dengan Ederson dalam hal akurasi umpan panjang, Gianluigi Donnarumma masih tertinggal jauh. Akurasi umpan jauh Donnarumma dalam pertandingan Liga Prancis musim 2024-2025 adalah 44,6 persen, sementara Ederson menyentuh 57,9 persen di Liga Inggris. Kiper Brasil itu juga mencatatkan empat asis dan menciptakan empat peluang emas untuk kompetisi elite Inggris tersebut. Pencarian Terkait :


0 Komentar