FORUM
PRIA4D - Prestasi juara secara back-to-back menjadi penyulut semangat tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi (China), menuju Kejuaraan Dunia 2025
Shi Yu Qi akan datang sebagai tunggal putra yang performanya sedang naik pada Kejuaraan Dunia 2025, 25-31 Agustus 2025.
Dia baru saja mengemas gelar juara dua kali beruntun di Japan Open 2025 (Super 750) dan China Open 2025 (Super 1000).
Dua gelar itu sangat penting di tengah upaya Shi yang sedang kembali merajut jalan kesuksesan.
Dalam dua tahun terakhir, Shi mengemas 9 gelar juara dari level elite BWF World Tour Super 750, Super 1000, dan Finals.

Meski begitu, disadari Shi Yu Qi, bahwa berapapun level turnamennya, persaingan tunggal putra semakin semgit dan sulit ditebak.
Tidak ada yang benar-benar mendominasi sepanjang tahun ini.
Bahkan Shi pun baru-baru ini merebut kembali posisi ranking satu dunia setelah sempat digusur Kunlavut Vitidsarn asal Thailand.
Vitidsarn sempat membuat sensasi dengan tiga gelar beruntun dari Kejuaraan Asia 2025 hingga Singapore Open 2025.
Akan tetapi, pemain spesialis event mayor itu tak kuasa menahan beban sebagai raja bulu tangkis karena trennya kemudian sering tersingkir sebelum memijak final.
"Sekarang entah itu turnamen Super 500, 750, atau 1000, lawan-lawannya kuat semua," ujar Shi Yu Qi dikutip Bolasport dari Aiyuke.
Dengan merengkuh dua gelar bergengsi, persiapan Shi menuju Kejuaraan Dunia 2025 kini lebih mantap.
Setidaknya dua titel itu bisa jadi pemanasan sebelum turun di medan perang yang benar-benar mempertaruhkan martabat bangsa.
Di Kejuaraan Dunia tidak ada hadiah uang, semua pemain murni bertarung atas nama negara.
Podium turnamen akan disiapkan dengan momen pengibaran bendera para peraih medali dengan lagu kebangsaan yang dikumandangkan sesuai negara asal pemenang.
Meski gengsinya tinggi, Shi Yu Qi enggan menjadikan Kejuaraan Dunia sebagai sesuatu yang harus disikapi berlebihan hingga berpotensi menggoyahkan mental.
Shi belum beruntung di ajang-ajang mayor. Selain gagal meraih medali dalam dua edisi terakhir Olimpiade, dia paling baik meraih perak di Kejuaraan Dunia pada 2018.
Pasang surut kondisi fisik dan mental sudah dilalui, Shi ingin menatap Kejuaraan Dunia 2025 dengan pendekatan berbeda.
"Saya membuat beberapa pilihan strategis dan secara psikologis yang bisa membantu saya," kata Shi Yu Qi setelah memenangi China Open 2025.
"Biasanya saya akan mempertimbangkan jeda istirahat untuk melindungi kondisi saya sebelum Kejuaraan Dunia."
"Kali ini ini saya memutuskan untuk mengerahkan segalanya di ajang ini (China Open)."
"Saya memutuskan fokus pada momen sekarang dan tidak akan terlalu terbebani dalam menatap Kejuaraan Dunia," pungkasnya.
Pencarian Terkait :
0 Komentar