Dituding Suporter Vietnam Main Kotor di SEA V League 2025, Penyerang Thailand Sindir Jenis Kelamin Bich Tuyen

FORUM PRIA4D - Menjelang bergulirnya Leg 2 SEA V League 2025 kategori putri, tensi panas tengah menyelimuti dua tim terkuat yaitu Thailand dan Vietnam. Hal tersebut bermula saat tim voli putri Thailand dan Vietnam saling berhadapan untuk memperebutkan puncak klasemen di laga terakhir Leg 1 SEA V League 2025. Pertandingan yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand pada Minggu (3/8/2025) memang berakhir pahit untuk Vietnam melalui drama full set. Sebagai tuan rumah, Thailand mampu menyudahi perlawanan Tranh Thi Thanh Thuy dkk dengan skor akhir 3-2 (23-25, 25-19, 21-25, 25-17, 15-11).
Meski sudah usai, buntut dari kerasnya persaingan kedua tim terkuat di kawasan ASEAN itu masih terasa hingga kini dengan melibatkan Pimpichaya Kokram. Opposite Thailand itu dituding bermain kotor oleh suporter Vietnam usai menilai wasit telah membuat keputusan yang salah dalam sebuah momen. Ya, tudingan itu bermula saat wasit memberikan satu poin kepada Thailand meski bola yang sempat dilancarkan pemain Vietnam sudah menyentuh lantai. Challenge yang diajukan Vietnam pun tidak mengubah keadaan meski bola sudah menyentuh lantai terlebih dulu tetapi wasit tetap dengan keputusannya. Wasit sendiri menilai bola tersebut belum mati lantaran bisa diselamatkan oleh aksi dig dari Kokram yang akhirnya mendapatkan serangan dari fans Vietnam.
Pemain yang pernah membela Bandung BJB Tandamata pada Proliga 2019 itu disebut telah bermain kotor melalui sebuah komentar di instagram miliknya. Dilansir dari media Vietnam, Thethao247, Kokram pun langsung membalasnya dengan komentar "saya seorang wanita." Thethao247 pun menilai balasan Kokram tersebut sebagai sebuah sindiran terhadap salah satu pemain Vietnam yaitu Nguyen Thi Bich Tuyen. Pemain yang berposisi sebagai opposite itu memang bermain cukup impresif dan menjadi salah satu andalan Vietnam hingga sejauh ini.
Akan tetapi, apa yang menimpa Bich Tuyen telah mengundang keprihatian Thethao247 di mana dia selalu menjadi korban diskriminasi. Sikap dari Kokram dengan menyindir jenis kelamin Bich Tuyen tersebut sangat sulit diterima saat rekan-rekannya mati-matian berjuang di lapangan. "Penggemar bola voli Thailand selalu mendiskriminasi dan mengejek gender Nguyen Thi Bich Tuyen setiap kali kedua tim berhadapan," tulis Thethao247. "Meskipun Bich Tuyen sama sekali tidak bersalah, namun, sebagai atlet profesional, komentar sarkastis Pimpichaya di atas tidak dapat diterima." "Sikap itu tidak mencerminkan rasa hormat terhadap rekan senegaranya di garis pertempuran." Dilansir dari Tribunnews, Asosiasi Federasi Voli Benua Asia (AVC) telah membuat laporan ke FIVB selaku induk olahraga voli di dunia terkait status Bich Tuyen. Namun, AVC tak bisa berbuat lebih banyak termasuk melakukan tes gender yang kewenangannya jadi milik Komite Olimpiade Internasional (IOC). Tak ayal, hal ini menjadi bumbu tersendiri di Leg 2 SEA V League 2025 yang digelar akhir pekan ini di mana Vietnam akan menjadi tuan rumah. 

0 Komentar