Takut Meledak, Warga Tanjung Morawa Tolak Keberadaan SPBE

Diberitakan dari PRIA4D Warga Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang menolak keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Elpiji ( SPBE) milik PT Migas Sahabat Sejati yang beroperasi di daerah padat penduduk.

Warga khawatir akan dampak dan resiko bila terjadi kebakaran dan ledakan suatu saat terjadi. Atas hal ini warga mengaku sudah beberapa kali melayangkan surat keberatan pada Kepala Desa Bandar Labuhan Hajeman tapi diduga sudah bersekongkol dengan pengusaha hingga permohonan warga diabaikan.

Sofyan salah seorang warga Dusun V Desa Bandar Labuhan mengungkapkan bahwa surat keberatan warga sudah diberikan pada pihak desa sebelum SPBE itu berdiri dan beroperasi yang isinya adalah kekhawatiran warga akan dampak belakang hari.

“Ada satu bulan sudah beroperasi untuk pengisian, kalau pembangunan dan rehap tabung itu sudah dua tahunan. Pembangunan SPBE berada dekta daerah padat penduduk. Tidak ada sosialisasi dilakukan aparat desa tiba tiba terbangun, itu membahayakan karena tabung tabung elpiji 50 kilogram juga ada. Kalau terjadi kebakaran atau ledakan tentunya akan berimbas pada warga disekitarnya,” ungkap Warga. Minggu,20/7/2025.

Warga juga mengaku sudah melayangkan nota keberatan atas keberadaan SPBE itu di dekat pemukiman mereka kepada Bupati Deli Serdang, DPRD Deli Serdang dan Kapolresta Deli Serdang.

Sementara itu diperoleh informasi bahwa Kepala Desa Hajeman diduga menerima uang banyak untuk menerbitkan surat keterangan domisili usaha no 503/635 tanggal 28 Juni tahun 2022, berdasarkan tanda tangan 20 orang warga yang dikasi uang untuk setuju pembangunan SPBE itu. Namun belakangan setelah beroperasi warga yang lain keberatan karen dampak kebisingan serta ketakutan akan bahaya bila sewaktu waktu kejadian.

Kepala Desa Bandar Labuhan Hajeman yang coba dikonfirmasi belum memberikan tanggapan begitu juga Camat Tanjung Morawa.

0 Komentar