Pelajaran Berharga dari Tragedi Juventus Hari Ini

Jakarta, PRIA4D -Panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 wajib melihat, mencermati, menganalisa lalu membuat perencanaan matang terkait apa yang terjadi pada laga Real Madrid Vs Juventus, tadi pagi WIB. Kali ini, bukan terkait hasil akhir atau penanganan terhadap penonton, melainkan cuaca. Latarnya tak lain, sepuluh pemain Juventus memohon kepada tim pelatih untuk beristirahat dan ditarik keluar. Pelatih Juventus, Igor Tudor mengungkapkan, pasukannya merasakan panas dan kelelahan luar biasa pada laga yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, AS.

Pada pertandingan tersebut, Juventus kalah dengan skor 0-1. Gol tunggal Real Madrid lahir via sundulan Gonzalo Garcia pada menit ke-54. Hasil ini membuat Los Blancos bersua Borussia Dortmund di babak perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. Kembali ke urusan pelik para pemain Juventus yang kelelahan. Cuaca di sekitar stadion menunjukkan suhu 30 derajad Celcius, dengan level kelembapan mencapai angka 70 persen.

Menurut peraturan, setiap tim diizinkan melakukan hingga lima pergantian pemain dalam waktu normal, dan enam jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. "Pada akhirnya, 10 pemain meminta untuk diganti. Pasukanku mengalami tekanan dari pertandingan yang menyedot energi, lalu panas yang sangat menyengat, dan yang ketiga, kelembapan udara yang memperparah kondisi," jelas Tudor.

Apa yang dialami para pemain Juventus menjadi atensi publik. Bagaimana tidak, mereka meminta panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 dan FIFA, untuk benar-benar belajar dari kasus ini. Maklum, panas ekstrem di Amerika Serikat selama Piala Dunia Antarklub 2025 telah memengaruhi sejumlah pertandingan. Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, mengaku dirinya seolah berada di ruang sauna. Catatan lain, suhu mencapai 36 derajad Celcius saat Benfica mengalahkan Bayern Munchen dalam laga grup di Charlotte, North Carolina. Sementara itu, pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menyebut kondisi di Philadelphia sebagai mustahil untuk menggelar sesi latihan normal.

FIFA mewajibkan adanya jeda jika suhu mencapai ambang tertentu. Hingga saat ini, jeda tersebut telah diterapkan dalam 33 dari 56 pertandingan. Pedoman FIFA mengandalkan ukuran Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yakni ukuran tekanan panas yang menggabungkan suhu dan kelembapan. Jika WBGT melebihi 32°C, maka 'cooling break' harus dilakukan di setiap babak. Pendapat berbeda keluar dari serikat pesepak bola profesional, FIFPRO. Mereka menilai, seharusnya 'cooling break' diterapkan sejak WBGT melewati 28°C, dan pertandingan harus ditunda jika melebihi 32°C.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan. Seorang pakar suhu ekstrem, Prof. Mike Tipton dari Universitas Portsmouth, menjelaskan via BBC Sport, FIFA perlu mempertimbangkan memulai laga final Piala Dunia pada pukul 09.00 pagi waktu setempat. Hal itu berlaku jika kondisi cuaca serupa kembali terjadi. Tipton, menilai solusi paling aman adalah memajukan waktu kick-off. "Sudah pasti, paling memungkinkan adalah menggelar pertandingan lebih pagi," tegasnya.

Pencarian Terkait :
Daftar Pria4d
Login Pria4d
Situs Pria4d
Link Pria4d
Rtp Pria4d
Pria 4d Thailand
Pria 4d Gacor
Pria4d Terbaik dan Terpercaya
Pria 4d
Pria

0 Komentar