FORUMPRIA4D - Pembalap Pertamina Enduro VR46, Franco Morbidelli, meradang karena hukuman yang diterimanya pada balapan seri ke-10 MotoGP Belanda 2025.
Franco Morbidelli harus puas finis di posisi ketujuh pada balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Assen, Belanda, Minggu (29/6/2025).
Runner-up MotoGP 2020 itu seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik.
Pasalnya, hingga sisa lima lap dari balapan berdurasi 26 lap, Morbidelli menempati posisi keenam, tepat di depan rekan setim yaitu Fabio Di Giannantonio.
Akan tetapi, Morbidelli ketiban apes dari insiden dengan sesama rider tim besutan Valentino Rossi di chicane jelang garis start/finis pada lap ke-20.
Bak buah jatuh tidak jatuh dari pohonnya, Morbidelli meniru manuver Rossi, mentornya, 10 tahun lalu dengan memotong tikungan zig-zag itu.
Pada balapan GP Belanda 2015, The Doctor meraih kemenangan dengan kontroversial karena memotong tikungan dalam persaingan hingga akhir dengan Marc Marquez.
Race Direction tetap menyatakan Rossi sebagai pemenang sementara Marquez cuma bisa gigit jari melihat rival gaeknya 'nyelonong' ke garis finis sedangkan dia 'tertib' mengikuti jalurnya.
Aksi Rossi memotong tikungan dianggap imbas dari manuver keras Marquez yang membuat kedua pembalap bersenggolan, tepat di depan chicane.
Jika 1 dekade lalu tidak ada hukuman, lain ceritanya dengan akhir pekan kemarin saat Morbidelli mendapat penalti lap panjang.
Alhasil, sosok yang akrab disapa Franky kehilangan waktu berharga untuk bersaing dengan Diggia, nama panggilan Di Giannantonio.
Diggia lah yang akhirnya mengambil alih posisi keenam dengan jarak 6 detik lebih dari sang rekan setim di akhir balapan.

Menurut Morbidelli, ini tidak adil. Acuannya pun bukan aturan zaman Rossi melainkan apa yang diketahuinya saat ini.
"Aturannya mengatakan bahwa ketika pembalap lainnya terpaksa menyentuh area hijau, hanya keuntungan yang dia dapat yang diambil," kata Morbidelli, dilansir dari GPone.com.
Area hijau yang dimaksud adalah batas luar trek yang pada masa lalu berupa rumput dan kerikil.
Pembalap akan menerima penalti lap panjang jika melanggar tiga kali untuk balapan Sprint dan lima kali untuk balapan Grand Prix.
Sedangkan jika kejadiannya pada lap terakhir dan menguntungkan pembalap dalam persaingan yang dinilai sengit, hukumannya langsung turun satu posisi.
Morbidelli tidak terima dihukum karena dia memotong tikungan sebagai konsekuensi dari insiden dengan Diggia.
"Alih-alih, saya mendapatkan penalti untuk pembalap yang keluar batas trek karena kesalahannya sendiri," imbuh Juara Dunia satu kali itu.
"Tentunya Pablo (Nieto) (Manajer Tim VR46) pergi untuk meminta penjelasan tetapi sekarang penaltinya telah diputuskan."
Regulasi MotoGP mengatur bahwa pembalap harus kehilangan sedetik dalam waktu lap setelah memotong tikungan pada sektor yang sama.
Kalau tidak melakukannya, seperti yang dilakukan Morbidelli, penalti lap panjang.
Bagi Morbidelli sendiri, ini kedua kalinya secara beruntun dia menerima hukuman dalam balapan.
Pada MotoGP Italia dia juga mendapat penalti yang sama karena menyenggol Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) hingga terjatuh.
"Saya berpikir hanya tentang jenis kasusnya, yaitu, saat seorang pembalap terlambat mengerem, menyentuh lawan, dan mengeluarkannya dalam lomba," tutur Morbidelli.
"Kami juga membicarakannya dengan Simon Crafar (Kepala Steward MotoGP) dan itulah kenapa saya dihukum di Mugello."
"Untuk kasus yang sama, tetapi dengan langsung saja, lagi-lagi saya yang menerima penalti. Ini menarik," imbuhnya dengan nada sarkastis.
0 Komentar