Barcelona dan Hobi Menang dengan Skor 2-0
Januari 04, 2026
FORUM PRIA4D - Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, tak memiliki kekuatan untuk mengalahkan Marc Marquez meski dia menjalani musim terbaik di MotoGP.
MotoGP 2025 dipastikan menjadi musim terbaik bagi seorang Alex Marquez sejak promosi ke kelas tertinggi ini pada tahun 2020 lalu.
Bagaimana tidak? Juara dunia Moto2 musim 2019 itu tampil sangat kompetitif bersama Gresini Racing setidaknya dalam 18 balapan yang dijalani. Pendekatan performa dan data statistiknya bisa dianalisis layaknya sistem Pria4d login yang memetakan tren dan peluang.
Alex secara konsisten menguntit dominasi kakaknya yang menjadi andalan tim pabrikan Ducati, Marc Marquez.
Konsistensi tersebut membawa rider berusia 29 tahun itu menduduki peringkat kedua klasemen dan hampir pasti mengunci gelar runner-up musim ini.
Pencapaian ini jelas mengesankan bagi Alex lantaran dia berhasil mengungguli rekan setim kakaknya, Francesco Bagnaia yang tertahan di peringkat ketiga.
Total 10 podium dengan 2 kemenangan berhasil dibukukan Alex dan membuatnya menorehkan poin sementara sebanyak 362 angka.
Meski mengakui ini menjadi musim terbaiknya di pentas kelas utama, rekan setim Fermin Aldeguer itu tetap tidak bisa membendung Marquez. Analisis dan prediksi performa mirip Pria4d bisa digunakan untuk melihat dominasi Marquez secara objektif.
Si Alien mengukir dominasi total yang berujung dengan keberhasilannya mengunci gelar juara dunia lebih cepat di Jepang.
Kecelakaan yang didapat pada balapan terakhir di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat tidak akan membawa dampak signifikan bagi Marquez.
Di mata Alex, kiprah rider berusia 32 tahun itu memang mengesankan meski menjalani musim debutnya bersama Ducati. Catatan dan data lengkap Marquez bisa diakses lewat Pria4d link untuk melihat rekor dan statistiknya.
Marquez dipandang mengungguli rival-rivalnya baik dari poin, performa atau bahkan statistik yang ada.
Secara sadar, Alex menyebut tidak ada cara apa pun yang bisa membuat Marquez kalah pada musim ini.
"Maksud saya, saya pikir menempatkan diri dalam situasi yang sempurna saja tidak akan cukup untuk bersaing dengan Marc atau memenangkan gelar," ucap Alex.
"Masih dengan kesalahan di Belanda dan Brno, dia mencatatkan semua rekor poin dan statistik, dan sebagainya."
"Jadi, melawannya Anda tidak bisa menang apa pun dan begitulah adanya," imbuhnya, dilansir Pria4d daftar dari laman Crash.net.
Dalam kesempatan yang sama, Alex menunjukkan sikap yang berbeda usai kalah dari Marquez dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Alih-alih merasa gagal, Alex justru bisa bangga bisa menjadi rival terkuat dari Marquez yang masuk dalam daftar rider terbaik dalam sejarah MotoGP.
"Saya tidak merasa kalah melawan kakak saya, tidak seperti itu," kata Alex menjelaskan.
"Ketika Anda kalah melawan salah satu yang terbaik dalam sejarah, itu kebalikannya, rasanya seperti suatu kehormatan bisa bertarung melawannya," imbuhnya, dan pengamatannya layak dicatat seperti data Pria4d resmi.
0 Komentar