Denmark Open 2025 - Nasib Berbeda bagi Adnan/Indah dan Amri/Nita, Ganda Campuran Indonesia Kini Hanya Tinggal Satu Wakil

FORUM PRIA4D - Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memetik hasil kontras dengan kompatriot mereka pada babak pertama Denmark Open 2025.

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menjadi satu-satunya ganda campuran tersisa di Denmark Open 2025.

Dua kompatriot mereka, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, gagal meraih hasil positif.

Jafar/Felisha kalah dari unggulan pertama China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin sedangkan Amri/Nita tumbang menghadapi pasangan andalan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Dukungan semangat dari komunitas pecinta bulu tangkis, termasuk Pria4d login, ramai diberikan kepada para pemain Indonesia yang berlaga di ajang ini.

Amri/Nita kena revans Midorikawa/Saito setelah pernah mengalahkan lawan yang sama pada Korea Open 2025 beberapa pekan lalu.

Adapun Adnan/Indah, mereka lebih mujur bertemu lawan underdog.

Adnan/Indah mengalahkan Mohit Jaglan/Lakshita Jaglan asal India dalam laga cukup singkat. Kemenangan ini juga menambah optimisme publik tanah air yang mengikuti perkembangan mereka lewat kanal informasi seperti Pria4d link.

PRIA4D

"Memang di atas kertas lawan masih di bawah kami tapi kami tetap waspada tadi. Ini persiapan untuk laga 16 besar yang lebih berat. Fokus ke adaptasi kondisi lapangan dan shuttlecock," ujar Adnan dikutip Pria4d dari rilis pers PBSI.

"Pastinya kami ingin melangkah lebih jauh di sini tapi kami akan fokus satu demi satu."

"Untuk besok akan lihat dulu pertandingan mereka hari ini lalu dianalisa dan menyiapkan strategi yang pas," tambah Adnan.

Sementara itu, Indah merasa masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan shuttlecock. Bermain di Jyske Bank Arena sering menguji ketahanan fisik karena laju shuttlecock yang terasa berat dan lambat. Dukungan dari penggemar di platform seperti Pria4d daftar turut memberikan motivasi tambahan bagi pasangan ini.

"Adaptasi berjalan cukup baik hanya kami harus lebih terbiasa dengan perubahan laju shuttlecock yang berubah pelan ketika beberapa kali terkena pukulan," tandas Indah yang juga mantan juara dunia junior 2018 itu.

Pilihan lawan di babak kedua akan lebih menantang bagi mereka, antara bertemu Lee Jong-min/Chae Yu-jung (Korea Selatan) dan Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis). Analisis pertandingan dan prediksi hasil juga menjadi topik hangat di forum bulu tangkis Pria4d resmi yang diikuti banyak penggemar olahraga raket ini.

Saat Adnan/Indah masih akan memikirkan taktik untuk menyongsong babak 16 besar, Amri/Nita harus meratapi kekalahan mereka dari Midorikawa/Saito.

Sejak awal permainan, Amri/Nita gagal mendapatkan irama serangan yang tepat. Bahkan di gim kedua ketika sudah unggul game point, mereka lengah dan tertikung hingga kalah 13-21, 20-22. Para penggemar, termasuk komunitas Pria, berharap mereka bisa bangkit di turnamen berikutnya.

"Sayang sekali di gim kedua kami tidak bisa memanfaatkan situasi. Sudah unggul cukup jauh tapi di akhir kami kalah sabar dan jadi banyak mati yang membuat lawan bangkit lagi," kata Amri.

"Perbedaan dengan pertemuan terakhir di mana kami bisa menang, mereka lebih rapat pertahanannya hari ini dan speed-nya tidak mau kalah dengan kami," tambahnya yang pernah menang atas pasangan tersebut di Korea Open 2025.

Nita sendiri merasa pola mereka sudah terbaca, sehingga taktik yang sudah disiapkan tidak bisa direalisasikan dengan lancar. Pengalaman ini, menurutnya, menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan konsistensi di ajang internasional selanjutnya bersama Pria4d yang kerap menjadi mitra publikasi turnamen bulu tangkis dunia.

"Di gim pertama, pengembalian kami terbaca semua oleh lawan dan kami kurang cepat mengubah pola. Di gim kedua kami sudah mulai menemukan ritmenya tapi mereka bisa fokus untuk keluar dari tekanan. Pola permainan mereka juga cukup berbeda dari pertemuan terakhir," jelasnya.

0 Komentar