Ujian Yamaha Belum Berakhir, Fabio Quartararo Kesakitan, Fernandez Rasakan Mesin V4 Belum Sempurna

FORUM PRIA4D - Hasil MotoGP San Marino 2025 masih jadi hasil pahit bagi Yamaha setelah Fabio Quartararo justru mengendur karena kesakitan akibat beban motor M1. Start dari baris kedua tak lantas membuat semuanya mudah bagi Quartararo. Setelah gagal finis akibat crash di sesi sprint hari Sabtu, pada balapan utama di Sirkuit Misano, Italia, Minggu 14/9/2025), dia juga harus menelan rasa kecewa. El Diablo terpaksa mengendurkan kecepatannya dan posisinya terus merosot hingga finis kedelapan.

Walau kelihatannya masih bagus di 10 besar, tetap saja hasil tersebut membuat Quartararo dan tim Monser Energy Yamaha harus mengernyitkan dahi.

Pasalnya, Quartararo terpaksa menurunkan kecepatan karena dia merasakan sakit luar biasa di lengannya setelah menahan beban M1 karena ban Michelin yang mulai tergerus. "Cengkeramannya memang kurang di putaran pertama, tetapi bannya lebih segar," kata Fabio Quartararo mengawali, dikutip Bolasport dari Paddock-GP. "Sayangnya, kami tidak menyangka ban akan aus sebanyak ini. Anehnya, saya yakin ban medium biasanya akan tahan lama." "Jadi, demi keselamatan saya, saya memilih untuk tidak memacu terlalu keras setelah mencapai titik tertentu," jelasnya. "Saya sudah bilang tadi pagi bahwa akan sulit untuk menyelesaikan balapan dalam kondisi baik, dan memang, setelah beberapa putaran, saya mulai merasa sakit."

Beban motor yang ditopang ban Michelin yang aus bukan kali pertama dirasakan Quartararo saat balapan. Ini sudah kesekian kalinya, dan menjadi bahan evaluasi yang harus benar-benar diperhatikan pabrikan Iwata. "Sudah lama sejak kejadian ini terjadi, dan hari ini terulang lagi. Saya tidak punya kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan yang terbaik, dan saya juga kesulitan untuk tetap berada di antara para pemimpin," kata Quartararo. "Motornya sangat berat, lengan saya sakit. Mengingat karakteristik elektronik dan cengkeraman yang kami miliki di beberapa area, saya harus mengendalikan lebih banyak hal dan lebih presisi dalam menginjak gas."


"Oliveira (Prima Pramac Yamaha) memulai dengan lebih lambat dan lebih konsisten, dan pendekatan ini ternyata yang terbaik," tandasnya membandingkan. Pekerjaan rumah Yamaha belum berhenti di situ karena lonjakan besar mereka dengan berganti ke mesin V4 juga belum menemui hasil bagus. Test rider Yamaha, Augusto Fernandez, mulai mengindikasikan ada yang masih belum jalan di permesinan V4 milik pabrikan berlogo garpu tala itu. Dia tampil sebagai pembalap wildcard dan sudah mulai menguji coba V4. "Balapan itu sulit di mana segalanya terjadi pada saya, termasuk konsumsi bahan bakar, masalah kopling, dan getaran di tahap awal," kata Fernandez dikutip dari GPOne. "Ini pertama kalinya kami melihat balapan motor baru dan jelas baru permulaan, tapi itu tidak menyenangkan karena sejak putaran ke-10 saya harus mengatur bahan bakar." Kendati demikian, Fernandez masih berusaha berprasangka baik dan yakin akan potensi motor baru Yamaha di musim-musim depan. "V4 memang memiliki banyak potensi, tetapi responsnya sangat bervariasi tergantung suhu dan kondisi lintasan," jelas dia. :Misalnya, di beberapa putaran cengkeramannya baik, dan di putaran berikutnya Anda tidak dapat menemukan ritme, jadi ada banyak hal yang perlu dianalisis dan dikembangkan." "Namun, ada beberapa aspek positif; kami hanya perlu menemukan sedikit konsistensi," ujar eks rider KTM itu.

Pencarian Terkait :

0 Komentar