FORUM
PRIA4D - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengaku masih fokus dengan masalahnya usai tampil buruk pada sprint race MotoGP Catalunya 2025.
Bagnaia belum mampu mencatatkan performa yang baik hingga berakhirnya sesi sprint race MotoGP Catalunya 2025 yang bergulir pada Sabtu (6/9/2025).
Mengaspal di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, rider berusia 28 tahun tersebut tampil jeblok saat kualifikasi sehingga harus start dari urutan ke-21.
Dengan posisi start tersebut membuat Bagnaia kesulitan merangsek ke zona poin dalam sesi sprint race yang berdurasi selama 12 putaran
Alhasil, Bagnaia menyudahi sesi balapan mini tersebut di urutan ke-14 dengan gap sebesar 14,463 detik dari pemenang yang juga rekan setimnya, Marc Marquez.
Rentetan hasil dan performa buruk menghadirkan rasa kecewa bagi peraih gelar juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 tersebut.
Hal itulah yang diungkapkan Bagnaia dalam sesi wawancara usai sprint race MotoGP Catalunya 2025 kemarin.
Dari pengakuan Bagnaia, dia kini masih fokus kepada aspek negatif kuda besinya dibandingkan dengan mencari solusi agar performanya terdongkrak.
Pernyataan murid kebanggaan Valentino Rossi itu seperti memasukkan racun ke Ducati saat para petinggi dan mekanik mati-matian membantunya.
"Saat ini saya hanya fokus pada masalah, dan itulah mengapa saya kesulitan seperti ini," kata Bagnaia, dilansir dari Motosan.
"Dalam beberapa situasi, lebih baik hanya memikirkan balap dan tidak memikirkan hal lain, itulah yang perlu saya lakukan," imbuhnya.
Sebelumnya, Davide Tardozzi selaku manajer Ducati sendiri sudah memohon kepada Bagnaia agar fokus menjalankan perannya sebagai pembalap.
Pabrikan Borgo Panigale juga sudah menegaskan komitmennya untuk membuat gebrakan yang bisa membantu Bagnaia tampil baik.
"Kami berharap Pecco melakukan bagiannya untuk menyelesaikan masalah ini," kata Tardozzi.

"Dia harus membantu kami, kami membutuhkannya untuk lebih fokus mengatasi kesulitan, untuk lebih memikirkan dirinya sebagai pembalap dan seberapa hebatnya dia."
"Saya sangat berharap (akan ada peningkatan pada hari Sabtu), tapi saya pikir itu akan sulit," imbuhnya.
Menanggapi komentar dari petinggi Ducati tersebut, Bagnaia menegaskan bahwa dirinya belum menyerah.
"Sejujurnya, saya memikirkan sesi demi sesi, saya seorang pemimpi, dan setiap kali saya berharap bisa merasa lebih baik, seperti biasanya," kata Bagnaia.
"Saya tidak akan pernah menerima situasi ini sampai berakhir, karena jika ada kesempatan, saya akan selalu mencoba."
"Saya tidak akan pernah menyerah, saya bukan tipe orang seperti itu, dan saya selalu berusaha melakukan yang terbaik."
"Kami semua selalu berusaha melakukan yang terbaik."
"Sejujurnya, saat ini cukup sulit untuk mengatakan kami melakukan yang terbaik, karena saya finis di urutan keempat belas."
"Saya tentu saja mampu melakukan yang lebih baik, karena memang benar perasaan saya di motor ini sedang tidak dalam kondisi terbaiknya."
"Tetapi saya juga tidak bisa finis di posisi ke-21 saat kualifikasi dan finis di urutan keempat belas, terpaut empat belas detik dari pemimpin lomba," imbuhnya.
Pencarian Terkait :
0 Komentar