FORUM
PRIA4D - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengkritik penampilan tim asuhannya yang kalah dari Udinese di Liga Italia.
Serie A baru melakoni 2 pertandingan, Inter sudah mengalami kekalahan.
Pada Minggu (31/8/2025) di Giuseppe Meazza, La Beneamata takluk 1-2 dari Udinese.
I Nerazzurri sempat unggul lebih dulu di menit ke-17 setelah Denzel Dumfries menceploskan bola umpan Marcus Thuram di depan gawang.
Namun, Dumfries kemudian melakukan handball sehingga Inter dihukum penalti oleh wasit.
Keinan Davis mengeksekusi penalti itu dengan sempurna pada menit ke-29 untuk menyamakan kedudukan.
Inter kemudian balik tertinggal di menit ke-40 gara-gara tembakan Arthur Atta.
Lautaro Martinez dkk. memiliki 45 menit lebih untuk menyamakan kedudukan tetapi gagal mencetak gol kedua.

Federico Dimarco sempat menjebol gawang Udinese di menit ke-56.
Akan tetapi, gol itu dianulir setelah VAR memvonis Thuram berada dalam posisi offside sebelum memberikan bola untuk ditembak Dimarco.
Chivu menyentil timnya sendiri setelah kekalahan yang membuat Inter Milan sekarang tertinggal 3 poin dari Napoli, Juventus, dan AS Roma yang memuncaki klasemen bersama timnya Emil Audero, Cremonese, berkat raihan sempurna dalam 2 laga.
"Pertandingan sudah berada dalam jalur yang benar tetapi kami kurang mengalir, kami tidak bisa menemukan build-up yang tepat untuk menciptakan peluang," kata Chivu seperti dikutip dari Football Italia.
"Dalam situasi sulit pertama bagi tim, kami menderita penalti lalu kehilangan ketajaman dan fokus."
"Kita bisa melihat bahwa tim ini mengalami kesulitan."
Inter Milan praktis menyelesaikan pertandingan dengan 4 penyerang yakni Martinez, Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny.
Kendati demikian, selama 90 menit mereka hanya melepaskan 4 tembakan tepat sasaran.
"Saat jeda, saya meminta para pemain untuk bergerak lebih banyak, membuat pergerakan yang berbeda buat menciptakan ruang dan menemukan operan-operan vertikal."
"Kami menurunkan 4 striker, kami mencoba semuanya termasuk tinggi badan Pio untuk menyelesaikan umpan-umpan silang."
Chivu lanjut menyatakan Tim Biru Hitam terlalu fokus pada percobaan memainkan sepak bola indah yang kemudian tidak efektif.
"Anda memang harus mencoba memainkan sepak bola indah tetapi harus siap juga bermain kotor jika diperlukan."
"Bola yang dikirim dari jauh ke kotak penalti kadang-kadang bisa menimbulkan lebih banyak kerusakan daripada operan cantik."
"Kami bukannya sangat hebat setelah pertandingan pertama, kami juga tidak jelek-jelek amat setelah yang satu ini."
"Kami masih berupa sebuah pengerjaan yang belum selesai. Kami harus belajar menemukan keseimbangan, fokus, dan bekerja keras. Musim masih panjang."
Kesempatan buat Inter Milan untuk bangkit langsung tersaji setelah jeda kompetisi nanti.
Di pekan ketiga, 13 September mendatang, La Beneamata bakal berjumpa Juventus di Turin.
Pencarian Terkait :
0 Komentar