Guardiola Mendadak Jadi Pecundang di Depan Pelatih Muda Minim Prestasi
FORUM PRIA4D - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, jadi pecundang saban bertemu Fabian Hurzeler yang membesut Brighton and Hove Albion.
Pep Guardiola membawa pasukan Manchester City bertandang ke markas Brighton and Hove Albion pada matchday ketiga Liga Inggris 2025-2026.
Alih-alih mendapatkan tiga poin, dia justru melihat pasukannya tumbang.
City kalah 1-2 dari Brighton dalam laga di American Express Stadium, Minggu (31/8/2025) malam WIB.
Padahal The Citizens unggul lebih dulu berkat gol Erling Haaland saat pertandingan berjalan 34 menit.
Namun, situasi berubah ketika memasuki babak kedua.
Gol penalti James Milner membuat skor jadi imbang.
Satu menit sebelum waktu normal berakhir, gawang City kembali bobol oleh Brajan Gruda.
"Kami bermain brilian dalam satu jam pertama tetapi kebobolan kemudian lupa untuk terus bermain," kata Guardiola. "Kami memutuskan memainkan bola-bola jauh tetapi tidak cukup bagus." "Terkadang momentum mengubah bentuk tim. Saya pernah menjadi pemain, saya memahami hal ini," tutur sang nakhoda. Akibat kekalahan dalam pertandingan terbaru, Gardiola memperpanjang tren buruknya atas Hurzeler.
Dia tak pernah menang setiap bertemu dengan si pelatih asal Jerman. Dari tiga bentrokan, Guardiola dua kali kalah dan menerima satu hasil imbang.
Pekan ke-11 Premier League 2024-2025 menjadi perjumpaan perdana kedua pelatih. Kala itu, Man City yang dilatih Guardiola dibekuk Brighton asuhan Hurzeler 1-2. Masih musim yang sama, pada pekan ke-29, pertarungan berakhir tanpa pemenang (2-2). Adapun pertemuan terbaru, malam kemarin, kembali berujung kekalahan bagi Pep. Hurzeler sendiri bukan pelatih dengan banyak prestasi seperti Guardiola. Dia baru memiliki satu gelar sepanjang karier kepelatihannya, yakni menjuarai Bundesliga 2 atau kasta kedua Liga Jerman pada musim 2023-2024. Hurzeler mengawali perjalanan di dunia pelatih bersama Pipinsried. Setelahnya, Hurzeler menangani ST Pauli selama dua tahun. Pria yang kini berusia 32 tahun itu kemudian menerima tawaran membesut Brighton pada 2024.
Pencarian Terkait :
"Kami bermain brilian dalam satu jam pertama tetapi kebobolan kemudian lupa untuk terus bermain," kata Guardiola. "Kami memutuskan memainkan bola-bola jauh tetapi tidak cukup bagus." "Terkadang momentum mengubah bentuk tim. Saya pernah menjadi pemain, saya memahami hal ini," tutur sang nakhoda. Akibat kekalahan dalam pertandingan terbaru, Gardiola memperpanjang tren buruknya atas Hurzeler.
Dia tak pernah menang setiap bertemu dengan si pelatih asal Jerman. Dari tiga bentrokan, Guardiola dua kali kalah dan menerima satu hasil imbang.
Pekan ke-11 Premier League 2024-2025 menjadi perjumpaan perdana kedua pelatih. Kala itu, Man City yang dilatih Guardiola dibekuk Brighton asuhan Hurzeler 1-2. Masih musim yang sama, pada pekan ke-29, pertarungan berakhir tanpa pemenang (2-2). Adapun pertemuan terbaru, malam kemarin, kembali berujung kekalahan bagi Pep. Hurzeler sendiri bukan pelatih dengan banyak prestasi seperti Guardiola. Dia baru memiliki satu gelar sepanjang karier kepelatihannya, yakni menjuarai Bundesliga 2 atau kasta kedua Liga Jerman pada musim 2023-2024. Hurzeler mengawali perjalanan di dunia pelatih bersama Pipinsried. Setelahnya, Hurzeler menangani ST Pauli selama dua tahun. Pria yang kini berusia 32 tahun itu kemudian menerima tawaran membesut Brighton pada 2024.
Pencarian Terkait :


0 Komentar