FORUM
PRIA4D - Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi kiper dengan statistik penyelamatan terbaik di Serie A 2025-2026.
Penampilan terbaru dari pria kelahiran Mataram, Lombok, mengibaratkan Emil Audero masuk mode tempur ala kiper di film Shaolin Soccer.
Ia berhasil menghalau semua serbuan pemain Hellas Verona yang mengarah ke gawangnya.
Audero bak sendirian menyelamatkan raihan satu poin berharga untuk Cremonese dari markas lawan.
Bertanding di Stadion Marcantonio Bentegodi, Senin (15/9/2025), duel pekan ketiga Liga Italia tersebut berakhir imbang 0-0.
Tak main-main, penjaga gawang berusia 28 tahun itu melakukan sembilan penyelamatan sepanjang laga!
Aksinya memicu guyuran pujian dari mana-mana. Tuttomercatoweb, misalnya, memberinya ponten terbaik.
Dengan modal refleks lincah bagaikan seekor kucing, Audero dikasih nilai 8.
"Kiper Cremonese ini menampilkan performa luar biasa, berperan kunci dalam mengamankan hasil imbang di Bentegodi dengan refleks lincah seperti kucing dan penempatan posisi yang sempurna sepanjang pertandingan."

"Di babak pertama, ia melakukan setiap saves dengan penyelamatan yang elegan."
"Sementara di babak kedua, ia melakukan setidaknya tiga penyelamatan luar biasa yang membawa tim asuhan (Davide) Nicola meraih satu poin berharga."
"Penyelamatannya terhadap upaya Bradaric di babak pertama menjadi sorotan pada malam yang tak terlupakan."
"Sementara penyelamatannya terhadap tembakan Giovane dan Orban menunjukkan pemahaman taktiknya di atas rata-rata."
"Penguasaan area penalti-nya sempurna, begitu pula komunikasi yang terus-menerus dengan pertahanan untuk menjaga konsentrasi tim," bunyi uraian Tuttomercatoweb.
Adapun portal statistik Sofascore memberi Audero nilai 8,7 sekaligus menobatkannya sebagai kiper dengan ponten rata-rata terbaik.
Dari tiga penampilan di Serie A musim ini, rataan angka penampilannya mencapai 7,37.
Rating tersebut mengalahkan pesaing terdekatnya yang lebih kondang, David de Gea (Fiorentina), dengan ponten rata-rata 7,30.
Secara kuantitatif, Audero menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak.
Ia melakukan 17 kali saves, dengan 11 di antaranya terjadi di dalam kotak penalti.
De Gea menyusul di bawahnya dengan 13 penyelamatan, disusul Franco Israel (Torino), yang melakukan 12 kali saves.
Selain itu, aksi-aksi pemilik empat caps timnas Indonesia itu juga paling oke secara kualitatif.
Audero merupakan kiper yang paling sering dihujani tembakan jitu oleh pemain lawan dengan jumlah 20 kali.
Dengan 17 di antaranya berhasil digagalkan, artinya Audero mencatatkan rasio penyelamatan sukses hingga 90 persen.
Angka keberhasilannya tertinggi di antara para kiper yang menghadapi minimal lima shot on target dari lawan.
Bayangkan, kalau tak ada aksi-aksi ala Shaolin Soccer dari pemain jebolan Juventus ini, Cremonese tak akan mungkin nongkrong di urutan tiga klasemen sementara.
Data lebih spesifik dari FBRef menunjukkan Audero mencatat angka post-shot expected goals yang sangat tinggi: 4,7.
Variabel itu menghitung kemungkinan jumlah gol yang bersarang ke gawang dari total tembakan on target yang diselamatkan kiper.
Artinya, tanpa Audero, I Grigiorossi diproyeksikan ketambahan 4-5 gol lagi.
Anggaplah kalau itu terjadi, Cremonese yang saat ini baru kemasukan tiga kali bakal menjadi klub dengan jumlah kebobolan terbanyak sampai pekan ketiga (7-8 gol).
"Dia (Emil) adalah penjaga gawang kami dan dipilih karena dia aset penting bagi kami," ucap pelatih Davide Nicola, dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub.
"Audero hebat dan memberi kami bantuan besar."
"Malam ini dia merupakan nilai tambah, tetapi tidak pernah ada satu orang pun yang bisa melakukan segalanya," kata Nicola, memuji tapi sembari tidak mengerdilkan kontribusi rekan setim.
Pencarian Terkait :
0 Komentar