FORUM
Pria4D - Pasangan ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, mengagalkan balas dendam Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) pada semifinal China Masters 2025.
Rankireddy/Shetty menang atas anak didik pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, itu dengan skor 21-17, 21-14 pada laga yang berlangsung di Shenzhen Arena, Sabtu (20/9/2025),
Setelah mencapai semifinal Kejuaraan Dunia 2025 di Paris dengan mengalahkan Chia/Soh pada perempat final, mantan ganda putra nomor 1 dunia ini mengungkapkan dalam sebuah wawancara tentang periode kedua bersama pelatih asal Malaysia, Tan Kim Her, yang berbeda dengan periode pertama.
Ketika Tan bersama Pullela Gopichand (pelatih kepala Asosiasi Bulu Tangkis India/BAI) memutuskan hampir satu dekade lalu untuk memisahkan pasangan mereka dulu memasangkannya bersama.
"Kami masih sangat muda, kami hanya mengikuti apa pun yang dia katakan. Kami hanya mendengarkannya. Tapi sekarang, semuanya berjalan dua arah. Kami berbagi apa yang berhasil dan apa yang tidak," kata Rankireddy dilansir
Pria4D login dari Indian Exspress.
"Selama jeda latihan, pelatih Tan akan memulai dengan memberikan masukan taktisnya. Kemudian, ia akan melihat anak asuhnya dan mengajukan pertanyaan: Bagaimana menurutmu?”
"Setelah pertandingan pembuka, giliran Chirag. Di jeda pertengahan gim kedua, giliran Satwik. Ia mendengarkan mereka memberikan analisis taktis: apa yang berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan."
"Hal ini menjadi pemandangan umum selama pertandingan mereka akhir-akhir ini dan menjadi pertanda bagaimana kerja sama ini kini berkembang menjadi sebuah kemitraan."
Dan kemitraan itu kembali membuahkan hasil yang luar biasa. Medali perunggu pada Kejuaraan Dunia menjadi suntikan semangat yang sangat dibutuhkan Rankireddy/Shetty karena mereka harus melewati undian yang sulit untuk mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China).
Chia/Soh juga lawan yang sulit karena unggul 11-4 dalam rekor pertemuan sebelum berlaga pada semifinal China Masters 2025.
Performa gemilang tersebut telah membalikkan keadaan musim mereka karena mereka kini telah menemukan konsistensi yang sempat hilang pasca Olimpiade Paris
Pria4D link , terutama karena masalah kebugaran.
"Pada paruh pertama tahun ini, kami tidak banyak mendapat kesempatan karena cedera dan saya pikir saat ini kami berdua dalam kondisi baik, semoga saja, dan semoga kami dapat melanjutkan performa ini," ujar Rankireddy.
"Tnetu saja rasanya luar biasa. Bahkan minggu lalu kami bilang kami sudah sering bermain pada semifinal tahun ini, kami tidak bisa mencapai final, tetapi akhirnya kami berhasil mencapai final minggu lalu, meskipun kami tidak bisa menang," tutur Shetty.
"Kami ingin bermain lebih baik dari minggu lalu kali ini," ujar Chirag.
Pada finalMinggu, ujian berat kembali akan mereka jumpai saat melawan melawan ganda putra Korea Selatan yang sedang naik daun, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, yang telah meroket di peringkat 1 dunia setelah bersatu kembali awal tahun ini.
Kim/Seo tampaknya akan mempertahankan status No. 1 Dunia untuk waktu yang lama, setelah baru-baru ini juga memenangkan Kejuaraan Dunia 2025
Pria4D daftar
"Saya pikir ini semua tentang kepercayaan diri," kata Rankireddy.
"Kami telah berlatih itu selama bertahun-tahun, tapi entahlah, mengapa kami merasa kurang percaya diri saat melakukanny."
"Namun, saya rasa setelah Kejuaraan Dunia, kami mendapatkan banyak kepercayaan diri karena kami naik podium. Intinya tetap tenang (dalam bertahan) dan memainkan permainan terbaik."
Pada akhirnya, pelatih Tan tersenyum ketika para pemain berpelukan di net
Pria4D resmi .
"Mengalahkan Malaysia, dia justru lebih bahagia," kata Rankireddy setela Kejuaraan Dunia di Paris.
"Dia tidak suka kalah dari Malaysia."
Sementara itu
Pria, Chia/Soh, mengakui performa mereka masih jauh dari sempurna, tetapi mereka tetap termotivasi oleh kemajuan yang telah dicapai.
"Ini kemajuan bagi kami. Kami harus terus berjuang, terus menekan hingga menemukan ritme kami," kata Soh.
"Kami berusaha keras hari ini. Mungkin permainan kami di gim kedua kurang baik, tetapi kami harus belajar darinya."
Ketika ditanya hal positif apa yang bisa mereka ambil dari pekan ini, Aaron menyindir: "Tidak ada cedera, itu hal positifnya."
Finis di semifinal merupakan penyemangat bagi Aaron-Wooi Yik, yang telah melewati masa sulit, tersingkir pada babak pertama dalam tiga dari lima turnamen terakhir mereka, termasuk pada Hong Kong Open pekan lalu.
Satu-satunya titik terang mereka dalam perjalanan tersebut datang pada China Open 2025 di mana mereka mencapai final tetapi berakhir sebagai runner-up.
Hal ini sangat kontras dengan performa mereka di awal musim, ketika mereka meraih tiga gelar pada April dan Meiyakni Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapura Open 2025, serta menjadi finalis Malaysia Masters 2025.
0 Komentar