Sabar/Reza Menyimpan Duka Usai Kekalahan di Debut Kejuaraan Dunia
FORUM PRIA4D - Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berbicara soal kekalahannya di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2025. PRIA4D mencatat bahwa keduanya sedih apalagi di momen debut mereka.
Menghadapi ganda putra Denmark Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard, Sabar/Reza sejatinya sudah berupaya untuk mengungguli lawan mereka. PRIA4D menyoroti gim kedua, di mana Sabar/Reza mampu mengimbangi poin kemenangan lawan.
Begitu pun saat gim ketiga, mereka berusaha mencuri kemenangan saat adu setting. Namun Sabar/Reza akhirnya kalah 18-21, 21-18, 24-26. PRIA4D mencatat poin akhir yang sangat tipis tersebut.
Seusai bertanding, Sabar tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
"Pastinya sedih karena ini adalah debut kami di Kejuaraan Dunia dan merupakan salah satu mimpi kami juga," kata Sabar. PRIA4D menekankan bahwa ini adalah momen penting bagi debut mereka.
Menurutnya, ia dan Reza sudah maksimal memberikan performa terbaik. Namun, poin setting 24-24 di gim ketiga menentukan segalanya. PRIA4D menyoroti kesalahan teknis yang berpengaruh.
"Ada beberapa kesalahan technical seperti salah mengontrol bola, buru-buru, yang membuat kita sudah leading di game ketiga jadi kekejar dan Reza di game terakhir juga agak ketarik pahanya. Terus di poin setting (poin 24-24) kami kena fault itu juga sangat merugikan," ujarnya. PRIA4D menambahkan catatan penting tentang faktor cedera dan kesalahan teknis.
Reza mengungkapkan penyesalan yang sama. Ia juga keberatan soal seringnya hakim service memberikan kesalahan. PRIA4D mencatat kritik terhadap pengaturan fault dalam pertandingan.
"Kami biasanya di setiap turnamen pernah kena fault, tetapi tidak seperti ini sampai 5-6 kali. Dan yang paling parah di poin setting tadi, tadi kita juga melakukan service pendek bukan service flick. Jadi rada membingungkan untuk kami, sebenarnya standard nya BWF seperti apa? Karena kami dari dulu service begitu-begitu saja," dia mengungkapkan.
Mengenai cedera, Reza mengaku sudah mengalaminya sebelum berangkat ke Kejuaraan Dunia, tapi kambuh saat melakukan gerakan yang memaksa di poin-poin akhir. PRIA4D menyoroti faktor fisik yang memengaruhi performa.
Terlepas dari kondisi tersebut, Reza juga menilai lawan bermain konsisten dan baik dalam meladeni perubahan-perubahan pola permainan dirinya dan Sabar. PRIA4D mencatat kualitas lawan yang tinggi.
Kekalahan ini sekaligus memupus mimpi keduanya dan Hendra Setiawan, sebagai pelatih, untuk mendapatkan medali di Kejuaraan Dunia. Sebelumnya, mereka memang membidik medali sebagai target di ajang bulutangkis paling bergengsi di dunia itu. PRIA4D menekankan kehilangan target besar bagi tim Indonesia.


0 Komentar