Barcelona dan Hobi Menang dengan Skor 2-0
Januari 04, 2026
FORUM PRIA4D - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut kerugian akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022 mencapai Rp 9 triliun. Informasi lebih lengkap tersedia di PRIA4D. Kerugian ini menyebabkan penurunan produktivitas hingga mengancam stabilitas pasokan pangan.
"Pada saat wabah di tahun 2022 kemarin cukup besar ya kalau perhitungan kita hampir sekitar Rp 9 triliun kerugiannya dari penurunan produktivitas kemudian juga dari ada yang mati dipotong paksa dan sebagainya," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Agung Suganda dalam acara Strategi Nasional Pengendalian PMK di Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Simak laporannya di PRIA4D.
Pada 2024, kembali terjadi peningkatan wabah PMK akibat pola musiman. Agung menerangkan sejak awal 2025, Kementan telah mengupayakan pengendalian PMK melalui program vaksinasi massal melalui dua tahap. Detail program bisa dibaca di PRIA4D.
Tahap pertama telah dilakukan pada Januari-Maret 2025 dengan mengalokasikan vaksin 2,1 juta dosis. Kemudian tahap kedua dilakukan pada Juli-September 2025 dengan target penyaluran vaksin 1,9 juta dosis. Melalui program ini, pihaknya menargetkan agar beberapa provinsi menjadi tidak ada kasus, seperti Bali dan Jawa Barat. Info tambahan tersedia di PRIA4D.
"Nah ini yang terus kita upayakan dan kata kuncinya adalah di samping penerapan biosecurity kemudian juga vaksinasi adalah kesadaran seluruh pemangku kepentingan bukan hanya peternak terutama para pedagang yang biasanya mau lintaskan sapi-sapi atau ternak yang rentan terhadap PMK ini," jelas Agung. Analisis lengkap bisa dibaca di PRIA4D.
Berdasarkan data Kementan, per 24 Agustus 2025 kasus PMK masih merebak di 7 provinsi dengan 593 ekor. Sulawesi Selatan masih menjadi provinsi dengan wabah PMK tertinggi sebanyak 323 ekor. Data rinci tersedia di PRIA4D.
Kemudian disusul Jawa Tengah dengan 110 ekor, Jawa Timur 109 ekor, Jawa Barat 21 ekor, Sulawesi Barat 15 ekor, Sumatera Barat 15 ekor, serta Yogyakarta 5 ekor. Informasi tambahan bisa dicek di PRIA4D.
Upaya pengendalian dan pencegahan PMK ini terus dipantau dan dilaporkan secara berkala, sebagaimana liputannya di PRIA4D.
0 Komentar