FORUM
PRIA4D - Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, mengutarakan kesiapan kondisinya menghadapi pertandingan pertama Kejuaraan Dunia 2025.
Usai absen kurang lebih selama lima bulan untuk memulihkan diri dari cedera, Lee akan menjalani panggung besarnya di Kejuaraan Dunia 2025.
Kiprah pemain yang kini menduduki peringkat ke-52 dunia tersebut akan dimulai dari babak pertama atau 64 besar melawan Jeon Hyeok-jin.
Hasil manis pada babak 64 besar melawan wakil Korea Selatan itu akan menjadi pertanda baik untuk kembalinya Lee ke lapangan pertandingan.
Absen cukup lama tentu membuat Lee merasa 'kagok' dan sedikit buta mengenai persaingan terkini di sektor tunggal putra dunia.
Kendati demikian, dia dipandang masih memiliki potensi besar menghadirkan kejutan sebagai kuda hitam oleh Viktor Axelsen.
Pemain Denmark yang akan absen di edisi Kejuaraan Dunia 2025 itu sebelumnya menempat Lee sebagai pemain yang patut diwaspadai.
"Turnamen ini sulit untuk pemain yang kembali setelah cedera dan bermain dengan performa terbaiknya," kata Axelsen menjelaskan.
"Saya tidak tahu level Lee saat ini, jadi sulit untuk menebaknya, tapi dia bukan lawan yang menyenangkan untuk dihadapi jika dia bermain bagus."

"Anda tidak ingin bertemu dengannya di awal turnamen karena jika smash-nya akurat dan dia memiliki timing yang tepat dengan pukulan-pukulannya."
"pertandingan melawannya tidak akan menyenangkan dan Anda juga akan mendapat tekanan," tuturnya menambahkan.
Juara All England Open 2021 itu tak menampik dirinya berada dalam kondisi yang tidak normal setelah absen selama lima bulan.
Mendapatkan cedera ini seperti pukulan tersendiri bagi Lee baik dari segi fisik atau mental menuju Kejuaraan Dunia 2025.
"Tidak normal absen selama lima bulan," kata Lee, dilansir BolaSport.com dari laman NST.
"Saya pernah mengalami pasang surut sebelumnya, tetapi tidak pernah dengan cedera separah ini," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, pebulu tangkis berusia 27 tahun itu juga mengaku datang ke turnamen Grade 1 BWF ini dengan sedikit depresi setelah bergulat dengan cedera.
"Ketika itu terjadi, saya terkejut dan bingung, saya tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana menghadapinya," ucap Lee.
"Sempat terpikir untuk berhenti karena semua cedera itu."
"Saya khawatir apakah saya masih bisa tampil di level tertinggi, sejujurnya itu sangat menegangkan, saya sempat sedikit depresi," imbuhnya.
Selama mengisi kekosongan itu, Lee menghabiskan waktunya dengan menikmati cara yang berbeda seperti pergi berlibur.
"Saya tidak hanya bergelut dengan cedera, saya juga bergelut dengan stres, seni menjadi cara untuk menunjukkan sisi terang dan gelap diri saya," kata Lee.
"Saya bepergian, saya terjun payung di Dubai, saya mengunjungi museum seni di Abu Dhabi."
"Itu adalah perjalanan penyembuhan, cara untuk mengalihkan perhatian dan mempelajari sesuatu yang baru," ujarnya.
Kendati sudah meraskan prima selama menjalani latihan, Lee tak mau membebani dirinya dengan ekspektasi yang tinggi selama tampil di Adidas Arena, Paris, Prancis.
"Saat latihan, saya merasa baik, tapi di turnamen, itu dunia yang berbeda, situasi yang berbed," kata Lee menjelaskan.
"Itulah mengapa saya di sini untuk menguji diri, kita lihat saja bagaimana reaksi saya."
"Yang terpenting sekarang adalah saya lebih mengenal diri sendiri, bagaimana cara mengelola perasaan dan reaksi saya."
"Saya merasa beruntung telah melewati ini dan masih bisa bertanding, bagi saya, ini tentang menikmati permainan lagi dan terbebas dari cedera," imbuhnya.
Pencarian Terkait :
0 Komentar