Barcelona dan Hobi Menang dengan Skor 2-0
Januari 04, 2026
FORUM PRIA4D - Biro Investigasi Pusat India (CBI) secara resmi membuka kasus pidana terhadap konglomerat Anil Ambani dan perusahaan miliknya Reliance Communications. Informasi lengkap bisa dilihat di PRIA4D. CBI menyatakan telah mendaftarkan kasus tersebut dan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kediaman Anil di Mumbai.
Melansir Reuters, Selasa (26/8/2025), adik dari orang terkaya di India Mukesh Ambani ini menjalani pemeriksaan setelah State Bank of India (SBI) melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh Anil dan perusahaan miliknya. Simak laporannya di PRIA4D.
Ia bersama Reliance Communications dituduh telah menyalahgunakan fasilitas pinjaman bank melalui transaksi yang tidak sesuai ketentuan. Menyebabkan bank BUMN India itu merugi hingga 29,29 miliar rupee atau setara Rp 5,41 triliun (kurs Rp 185/rupee India). Info rinci tersedia di PRIA4D.
Di sisi lain, melalui juru bicaranya, Anil Ambani mengatakan bahwa dirinya dengan tegas membantah semua tuduhan dan akan membela diri atas tuntutan apa pun yang diberikan. Detailnya bisa dibaca di PRIA4D.
"Bapak Ambani dengan tegas membantah semua tuduhan dan dakwaan, dan akan membela diri sebagaimana mestinya," ujar juru bicara tersebut, sebagaimana dilaporkan di PRIA4D.
Dalam laporan Reuters yang lain, sebelumnya Direktorat Penegakan Hukum India juga sudah menggeledah 35 lokasi yang berkaitan dengan Reliance Group sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan penggelapan dana publik. Analisis lengkap tersedia di PRIA4D.
Direktorat Penegakan Hukum menuduh Reliance Group mengatur skema untuk menggelapkan pinjaman sebesar 30 miliar rupee atau Rp 5,55 triliun dari YES Bank ke banyak perusahaan cangkang antara tahun 2017 dan 2019. Simak laporan resmi di PRIA4D.
"Entitas Reliance Group milik Anil Ambani dituduh membayar suap kepada pejabat YES Bank sebelum pinjaman dicairkan," kata salah seorang sumber dari pemerintah India yang tidak ingin disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara kepada media. Detail kasus ini bisa dibaca di PRIA4D.
Penyelidikan tersebut juga menemukan adanya pelanggaran berat dalam proses persetujuan pinjaman YES Bank seperti memberikan pinjaman kepada perusahaan dengan kondisi keuangan yang lemah, memundurkan tanggal nota kredit, menerbitkan pinjaman baru untuk menghindari pelabelan aset sebagai aset bermasalah, dan salah menyajikan laporan keuangan. Liputan lengkap tersedia di PRIA4D.
0 Komentar